Beranda / Berita / Detil Berita

Bukan Sekadar Gelar, Bujang Torin dan Dayang Clara Ingin Jadi Penggerak Pariwisata Belitung Timur

20 Jul 2026, 09:36 WIB • Fauzi
berita #Bujang Dayang Beltim 2026 #Juara Bujang Dayang Beltim 2026 #Bujang Dayang Terpilih 2026 45x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Sorak sorai penonton memenuhi Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Sabtu (19/7/2026) malam ketika nama Torin Adrian Zeroun dan Clara Salsa Billa diumumkan sebagai Bujang dan Dayang Belitung Timur Tahun 2026.

Namun, bagi keduanya, kemenangan itu bukanlah garis akhir. Justru malam tersebut menjadi langkah awal untuk mengemban amanah memperkenalkan budaya dan pariwisata Belitung Timur (Beltim) kepada masyarakat yang lebih luas.

Torin Adrian Zeroun (16), pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Kelapa Kampit ini mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari sebelum mengikuti seleksi.

Warga Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit ini tidak hanya berlatih tampil percaya diri di atas panggung, tetapi juga memperdalam pengetahuan mengenai kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif Beltim.

"Tentu banyak tantangan dan persiapannya. Saya belajar tentang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Semuanya melalui proses yang panjang," kata Torin.

Meski optimistis mampu mengikuti seluruh tahapan seleksi, Torin mengaku lebih memilih menikmati setiap proses dibanding terlalu memikirkan hasil akhir.

"Saya percaya diri bisa melalui setiap proses kompetisi ini dengan baik," bebernya.

Gelar Bujang Beltim 2026, menurutnya, bukan sekadar kebanggaan pribadi. Putra pasangan Teddy dan Tonah ini ingin menjadikan amanah tersebut sebagai ruang untuk menginspirasi lebih banyak anak muda agar turut mencintai budaya dan potensi daerahnya.

"Saya ingin menjalankan program-program yang sudah kami rancang dan menginspirasi generasi muda, terutama yang ada di sekitar saya," katanya.

Mengajak Generasi Muda Mengenal Budaya Sejak Bangku Sekolah

Semangat serupa juga disampaikan Dayang Belitung Timur 2026, Clara Salsa Billa. Dara asal Desa Selingsing Kecamatan Gantung itu mengaku langsung mencari berbagai informasi mengenai ajang Bujang Dayang sejak pendaftaran dibuka.

Clara mempelajari berbagai materi tentang kebudayaan, pariwisata, hingga kemampuan yang harus dimiliki seorang duta wisata.

"Saat pendaftaran dibuka, saya langsung mencari tahu semua informasi yang diperlukan. Saya belajar tentang kebudayaan dan berbagai hal yang harus dipersiapkan," ungkap Clara.

Siswi kelas XII SMA Negeri 1 Gantung ini mengaku mendapatkan banyak dukungan dari keluarga dan teman-teman. Hal itu menjadi kekuatan terbesar hingga akhirnya berhasil meraih gelar Dayang Beltim 2026.

Meski berharap dapat memberikan penampilan terbaik, Clara memilih tidak larut dalam rasa percaya diri yang berlebihan.

"Saya hanya berusaha terus berprogres sampai akhirnya bisa berada di titik ini," bebernya.

Ke depan, Clara ingin memanfaatkan gelar yang disandangnya untuk mengenalkan Budaya dan Pariwisata Beltim kepada generasi muda, dimulai dari lingkungan sekolah.

Salah satu program yang ingin diwujudkannya adalah menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah agar pelajar lebih mengenal sejarah, budaya, dan potensi wisata daerahnya sendiri.

"Kami ingin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah supaya pelajar lebih mengenal pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Beltim," kata Clara.

Menurut Clara, kecintaan terhadap daerah harus dibangun sejak usia sekolah sehingga generasi muda memiliki rasa bangga untuk ikut mempromosikan Belitung Timur ke tingkat nasional bahkan internasional.

"Kami berharap pariwisata dan kebudayaan Beltim terus berkembang dan semakin dikenal dunia," harapnya.