Manggar, Diskominfo SP Beltim - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menggelar High Level Meeting (HLM) guna menjajaki peluang kerja sama antardaerah (Business-to-Business / B2B). Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati Beltim pada Jumat, (6/11/2026).
Pemkot Palembang yang mengunjungi Pemkab Beltim dipimpin langsung dari Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Palembang, Sulaiman Amin yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Palembang beserta jajaran lainnya.
Dalam wawancara usai pertemuan, Sulaiman Amin menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut atas inisiasi awal dari Pemkab Beltim. Fokus utama yang dibahas mencakup penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan daerah berdasarkan basis regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah.
"Salah satu poin krusial yang dibahas adalah upaya bersama untuk menurunkan angka inflasi daerah. Kemitraan ini akan menjadi solusi win-win bagi kedua wilayah. Beltim saat ini menghadapi tantangan dalam pemenuhan komoditas kebutuhan pokok pangan. Di sisi lain, Palembang sebagai kota industri kuliner sangat membutuhkan pasokan bahan baku ikan segar dari Belitung untuk memproduksi panganan khas seperti pempek," ungkap Sulaiman.
Kerja sama ini bersifat menyeluruh (comprehensive) mencakup berbagai urusan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. Setelah penandatanganan MoU resmi dilakukan, program ini akan segera ditindaklanjuti secara teknis melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antardinas terkait sesuai dengan kebutuhan riil masing-masing daerah.
“Selain sektor pangan dan pengendalian inflasi, ruang lingkup MoU ini juga dirancang secara makro guna menyasar urusan wajib pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah secara menyeluruh,” tuturnya.
Catatan Strategis Pemkab Beltim
Sementara itu, dalam sambutan resmi Sekda Beltim, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Hendri menyambut baik rombongan dari Kota Palembang. Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan Palembang memiliki nilai historis dan kultural yang kuat karena keterikatan wilayah di masa lalu.
Hendri menitikberatkan tiga prinsip utama agar kerja sama B2B antardaerah ini berjalan efektif pertama, kerja sama harus berangkat dari pemetaan potensi riil di lapangan, bukan sekadar pelengkap kebutuhan administratif, kedua, mengenai Potensi sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata Belitim harus mampu mendapat akses pasar yang lebih luas dan jaringan distribusi yang kuat melalui interkoneksi ke Kota Palembang.
“Kemudian komitmen Operasional yang Jelas: Setiap poin kesepakatan wajib menunjuk instansi teknis penanggung jawab (Leading Sector), tahapan eksekusi program, serta memiliki target terukur yang dapat dievaluasi berkala,” jelas Hendri.
Pada pertemuan ini jajaran pemkab Beltim yang hadir memberikan paparan mengenai potensi daerah dari masing-masing sektor baik pertanian dan pangan, perikanan serta kondisi inflasi dan deflasi baik dari bulan ke bulan maupun dari tahun-ke tahun.
Perangkat daerah teknis dari kedua belah pihak diinstruksikan untuk bergerak proaktif menyusun rencana aksi nyata. Setelah penandatanganan MoU induk selesai dilakukan, program kerja sama akan langsung diterjemahkan secara detail ke dalam dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antardinas teknis sesuai dengan klaster kebutuhan operasional masing-masing daerah.
“Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah, membuka peluang investasi baru, sekaligus menjaga stabilitas harga pasar demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belitung Timur maupun Kota Palembang,” pungkasnya.