Beranda / Berita / Detil Berita

900 Pohon Ditanam di Tebat Rasau, Jaga Alam dan Warisan Jalur Rempah

26 Agt 2026, 21:25 WIB • Fauzi
utama #Lingkungan hidup 71x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Sebanyak 900 pohon ditanam di kawasan Geosite Tebat Rasau, Desa Lintang, Kecamatan Gantung, Rabu (26/8/26).

Penanaman tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Sama Lingkungan Hidup bertajuk “InJourney – Menjaga Rempah Merawat Bumi”. Kegiatan melibatkan InJourney Airport H.A.S. Hanandjoeddin bersama Yayasan Tarsius Center Indonesia (TCI) dan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Beltim.

Penanaman secara simbolis dilakukan Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar bersama General Manager Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary. Kegiatan turut disaksikan jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan Simpang Renggiang, Pemerintah Desa Lintang, mahasiswa KKN Universitas Bangka Belitung (UBB) serta staf InJourney Airport H.A.S. Hanandjoeddin.

Jenis tanaman yang ditanam tidak hanya berfungsi untuk memperkuat ekosistem kawasan. Sejumlah tanaman juga memiliki potensi sebagai tanaman rempah dan obat yang ke depan diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

General Manager Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary mengatakan, penanaman 900 pohon tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional.

“Penanaman ini lebih kepada komitmen kami dari InJourney Airport untuk kegiatan melestarikan alam,” kata Tri.

Menurutnya, kawasan Tebat Rasau memiliki nilai ekologis yang penting sehingga perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Karena itu, penanaman pohon di kawasan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Tanaman yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Bahkan, sejumlah jenis tanaman berpotensi dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat maupun dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Harapan ke depannya tanaman-tanaman yang kita berikan ini menghasilkan kembali kepada masyarakat dan bisa dimanfaatkan sebagai nilai tambah suatu produk,” harapnya.

Tri mengatakan, penanaman 900 pohon ini menjadi tahap awal. Perkembangan tanaman akan terus dipantau dan dievaluasi untuk melihat kebutuhan penambahan tanaman pada tahap berikutnya.

“Ini tahap pertama 900 pohon. Nanti kita lihat perkembangannya, kita evaluasi dan kita kaji kembali apabila memang perlu ada tambahan,” ujar Tri.

Tri menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. InJourney berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

Menjaga Ekologi, Menguatkan Identitas Tebat Rasau

Ketua Yayasan Tarsius Center Indonesia (TCI), Budi Setiawan mengatakan kolaborasi tersebut memiliki arti penting bagi keberlanjutan kawasan Geosite Tebat Rasau. Menurutnya, Tebat Rasau tidak hanya memiliki nilai geologi, tetapi juga menyimpan kekayaan ekologi dan kearifan lokal yang kuat. Penanaman tanaman rempah menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kawasan tersebut sebagai bagian dari jalur rempah dunia.

“Ada nilai-nilai geologi di situ, ada nilai-nilai ekologi yang sangat kuat. Penanaman rempah ini menandai bahwa Tebat Rasau memang betul-betul jalur rempah dunia,” ungkap Budi.

Selain menjaga lingkungan, Budi melihat kegiatan tersebut dapat mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Beltim. Tebat Rasau yang dikenal dengan keberadaan sungai purba memiliki karakter wisata yang kuat, terutama bagi wisatawan yang memiliki perhatian terhadap lingkungan dan kearifan lokal.

“Penanaman ini untuk menjaga kelestarian itu,” katanya.

Budi berharap kolaborasi tersebut dapat membuat cerita mengenai alam dan kearifan lokal Tebat Rasau semakin dikenal luas. Terlebih, keberadaan bandara sebagai pintu masuk wisatawan ke Pulau Belitung dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi tersebut.

“Bagaimana cerita-cerita kearifan lokal ini juga bisa tersampaikan ke dunia, sehingga pariwisata Belitung Timur semakin bangkit dengan karakter yang sangat kuat, yaitu minat khusus, peduli lingkungan dan menjaga kelestarian,” harapnya.

Kolaborasi untuk Menjaga Alam

Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar mengapresiasi InJourney Airport H.A.S. Hanandjoeddin dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Khairil menilai upaya menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi. Pemkab Beltim tidak dapat bekerja sendiri dalam mempertahankan kawasan-kawasan yang memiliki nilai ekologis dan potensi pengembangan daerah.

“Ini kegiatan yang sangat penting dan harus berkolaborasi. Tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Khairil.

Khairil berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Beltim.

Bagi Pemkab Beltim, keberadaan kawasan seperti Tebat Rasau bukan hanya penting untuk menjaga lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis alam dan kearifan lokal.

Karena itu, penanaman 900 pohon diharapkan menjadi awal dari upaya yang lebih panjang. Pohon yang hari ini ditanam tidak hanya diharapkan tumbuh menghijaukan kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan ekologis yang dapat dinikmati generasi mendatang.

“Menjaga Tebat Rasau berarti menjaga alam, merawat jejak jalur rempah, sekaligus mempertahankan potensi manfaatnya bagi masyarakat Beltim,” ujar Khairil.