Beranda / Berita / Detil Berita

Beltim Perkuat Empat Geosite untuk Menjemput Kembali Green Card UNESCO

04 Agt 2026, 23:41 WIB Atha
utama #Geopark #Revalidasi Geopark Belitong 16x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Rangkaian proses revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 memasuki hari kedua dengan pelaksanaan penilaian di wilayah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Selasa (4/8/2026). Dalam agenda tersebut, evaluator mengunjungi sejumlah geosite dan lokasi pendukung untuk melihat perkembangan pengelolaan, konservasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan interpretasi geopark selama dua tahun terakhir.

Empat geosite yang menjadi fokus penilaian di Kabupaten Beltim meliputi Geosite Open Pit Nam Salu, Geosite Pantai Burong Mandi, Geosite Garumedang, dan Geosite Batu Begalang. Selain itu, evaluator juga mengunjungi Pusat Informasi Geologi, Vihara Dewi Kwan Im, dan Galeri Maritim sebagai bagian dari rangkaian peninjauan keterkaitan warisan geologi, budaya, dan maritim dalam kawasan Belitong UNESCO Global Geopark.

Ketua Badan Pengelola (BP) Geopark Belitong, Marzuki menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan proses revalidasi, khususnya di Kabupaten Beltim.

“Alhamdulillah, ada banyak perubahan yang terlihat, khususnya pada geosite-geosite yang hari ini dikunjungi evaluator. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Beltim beserta seluruh stakeholder atas kerja sama dan dukungan yang luar biasa,” ungkapnya. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung ini juga menyampaikan bahwa sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam pengembangan kawasan geopark yang berkelanjutan.

“Tanpa dukungan seluruh stakeholder, pengembangan geosite tidak akan berjalan optimal. Pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan semua pihak memiliki peran penting. Mudah-mudahan seluruh rangkaian revalidasi berjalan lancar dan Belitong UNESCO Global Geopark dapat kembali memperoleh status Green Card,” lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu mengaku terkesan dengan berbagai perkembangan yang ditunjukkan sejumlah geosite di Kabupaten Beltim. 

“Hari ini saya benar-benar melihat dan sangat kagum dengan geosite-geosite yang ada. Dalam proses revalidasi ini kita berupaya memperlihatkan progres luar biasa yang telah dikerjakan selama dua tahun terakhir,” ujarnya. 

Daniel menilai beberapa lokasi mengalami peningkatan yang signifikan, mulai dari pengembangan fasilitas hingga kualitas interpretasi geosite.

“Perkembangan Vihara Dewi Kwan Im sangat signifikan. Begitu juga Garumedang yang mampu menjelaskan proses terbentuknya batu satam atau bilitonite, serta Batu Begalang dengan hutan primer yang masih sangat lestari. Kami akan terus mempromosikan geosite-geosite di Beltim karena saya melihat kawasan ini sudah semakin siap menyambut wisatawan, termasuk wisatawan internasional,” lanjutnya. 

Evaluasi Menilai Pengelolaan dan Pemberdayaan Masyarakat

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim, Muhamad Yulhaidir mengatakan kunjungan evaluator bukan hanya melihat kondisi fisik geosite, tetapi juga mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir.

“Evaluator mengkaji sejauh mana roda geopark berjalan selama dua tahun terakhir. Mereka melihat perkembangan yang terjadi, mulai dari data kunjungan, program pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, hingga berbagai upaya pengelolaan yang dilakukan di setiap geosite,” ucapnya.

Yulhaidir juga turut mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan proses revalidasi tersebut.

“Kolaborasi hari ini sangat luar biasa. Mulai dari BP Geopark, Pokdarwis, pemerintah desa, kecamatan, OPD, hingga masyarakat bergotong royong mempersiapkan semua ini. Proses penilaian belum selesai karena masih ada tahapan evaluasi dan pembahasan lanjutan. Seluruh hasil kunjungan lapangan nantinya akan menjadi bagian dari proses penilaian sebelum keputusan ditetapkan,” jelasnya. 

Rangkaian revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark masih akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026. Seluruh pihak berharap hasil evaluasi yang dilakukan UNESCO dapat mencerminkan berbagai upaya penguatan pengelolaan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir, sehingga Belitong UNESCO Global Geopark dapat kembali memperoleh status Green Card.