Damar, Diskominfo SP Beltim – Sebanyak 266 pelajar dari berbagai sekolah di Belitung Timur (Beltim) ambil bagian dalam Beltim School Pencak Silat Championship 2026. Mengusung tema “Dari Sekolah, Menuju Prestasi”, kejuaraan ini mempertemukan pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA dalam ajang pencak silat yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 September 2026, di GOR Stadion Rimba Plawan, Kecamatan Damar.
Kejuaraan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Beltim, Amrizal yang hadir mewakili Bupati Beltim, Kamarudin Muten, Kamis (24/9/2026).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Amrizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kejuaraan pencak silat antar pelajar se-Kabupaten Belitung Timur.
“Atas nama Pemkab Beltim, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan pencak silat antar pelajar se-Kabupaten Belitung Timur,” ujar Amrizal membacakan sambutan Bupati.
Bupati juga berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan semangat, disiplin dan sportivitas. Menurutnya, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang menjadi ukuran dalam sebuah kompetisi.
“Menang kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang terpenting adalah mampu menghargai lawan, menjaga kekompakan dan menerima hasil dengan lapang dada serta menunjukkan karakter yang baik selama berada di dalam maupun luar arena,” katanya.
Beltim School Pencak Silat Championship 2026 mempertandingkan sejumlah kategori berdasarkan jenjang usia. Untuk kategori SD/Usia Dini, peserta mengikuti nomor Tanding dan Seni Tunggal Tangan Kosong. Sementara kategori SMP/Pra Remaja mempertandingkan Tanding dan Seni Tunggal Tangan Kosong, sedangkan kategori SMA/Remaja mempertandingkan Tanding dan Seni Tunggal Full Jurus.
Bupati berharap kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi tempat bagi para pelajar untuk berkompetisi, tetapi juga mempertemukan atlet, pelatih, pembina dan sekolah dalam suasana yang membangun hubungan antarsesama.
“Saya juga berharap kejuaraan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, komunikasi dan persahabatan antar atlet, pelatih, pembina dan sekolah,” ujarnya.
Dengan berlangsungnya kejuaraan selama tiga hari, para pelajar tidak hanya mendapat kesempatan menguji kemampuan di arena, tetapi juga belajar menjalani kompetisi dengan menjunjung disiplin dan sportivitas. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang diusung melalui tema “Dari Sekolah, Menuju Prestasi”.