Beranda / Berita / Detil Berita

Dua Bulan Penentu, Beltim Fokus Pasokan Pangan

03/Nov/2025, 20:05 WIB • Atha

utama #Statistik #BPS 👁️ 213x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim — Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,33 persen pada Oktober 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,77. Hal ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Beltim dalam rilis resmi statistik inflasi, Senin (3/11/2025).

Kepala BPS Beltim, Dwi Widiyanto menyampaikan bahwa kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi peningkatan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

“Inflasi year on year Kabupaten Beltim pada Oktober 2025 sebesar 3,33 persen dengan IHK 106,77. Kenaikan indeks terutama terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,82 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,89 persen,” jelas Dwi.

Selain itu, beberapa kelompok lain juga turut memberikan andil kenaikan inflasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi tidak hanya terjadi secara tahunan, tetapi juga terlihat dalam pergerakan harga jangka pendek.

“Secara month to month, inflasi mencapai 1,08 persen, dan secara year to date sebesar 2,27 persen. Perkembangan ini menunjukkan adanya pergerakan harga pada komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat," lanjutnya.

Kondisi ini membuat posisi inflasi Kabupaten Beltim masih berada dalam rentang target pengendalian inflasi daerah yang ditetapkan Pemkab Beltim, yakni maksimal 3,5 persen pada akhir tahun. Dwi Widiyanto menekankan bahwa sisa dua bulan terakhir tahun berjalan akan menjadi periode yang krusial dalam menjaga stabilitas harga, mengingat adanya potensi peningkatan permintaan masyarakat menjelang akhir tahun.

Merespons perkembangan inflasi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Administrasi Umum Setda Beltim, Ida Lismawati, yang hadir mewakili Bupati Beltim, menegaskan pentingnya langkah kolaboratif dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Kita perlu menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok, terutama beras, ayam, sayur, dan ikan segar agar kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi. Ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mengurangi tekanan inflasi,” ujar Ida.

Ida juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi daerah.

“Mari kita meningkatkan koordinasi antar instansi dan pelaku usaha, melaksanakan operasi pasar dan gerakan pangan murah secara rutin, serta mendorong produksi lokal agar pasokan tetap aman. Yang tidak kalah penting, perkuat komunikasi harga agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak mudah terpengaruh isu atau spekulasi,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Beltim bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus mengoptimalkan langkah stabilisasi pangan dan pengendalian harga, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan ekonomi daerah tetap terjaga.